oleh Admin

Peresmian Kampung KB Kabupaten Mojokerto Tahun 2017 Revitalisasi dan Perkuat Program KB

2017-10-02 08:08:48   |   Kategori umum  |   Dibaca 89 kali

            Desa Parengan Kecamatan Jetis diresmikan sebagai salah satu Kampung Keluarga Berencana (KB) dari 18 desa se-kecamatan di Kabupaten Mojokerto, oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Ikfina Kamal Pasa, Kamis 28 September 2017 pagi kemarin di Balai Desa Parengan, Kecamatan Jetis.

            Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadi, dalam laporan sambutannya mengaku optimis jika Kampung KB di Kabupaten Mojokerto mampu dijadikan acuan nasional.

            “Kita optimis Kampung KB di Kabupaten Mojokerto mampu menjadi acuan nasional. Ini mengingat posisi  KB kita termasuk dalam 6 teraman dan sangat memenuhi syarat selain diantaranya Sumatera Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Timur,” terang Joedha.   

            Ikfina yang hadir bersama Inspektur Wilayah III Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Mustar, serta Maria Ernawati selaku Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Provinsi Jawa Timur, dalam sambutannya meminta kerjasama lintas sektoral dari berbagai pihak untuk mendukung penuh keberhasilan Kampung KB.

            Penyampaian pesan tersebut didahului dengan prosesi penyerahan hadiah kepada para juara lomba Duta Generasi Berencana (GenRe) dan Poster GenRe.  

            “Harus ada kerjasama semua pihak agar tujuan Kampung KB, yakni meningkatkan kualitas hidup dan kesejateraan khususnya masyarakat Kampung KB bisa terlaksana dengan baik. Kita harus memperkuat dan merevitalisasi Program KB, kependudukan dan pembangunan keluarga. Ini agar kita tidak berhenti pada pencananangan ini saja, namun aksi dan gerakan selanjutnya,” papar Ikfina membacakan sambutan amanat Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa.

            Ikfina juga menekankan 10 Indikator Utama Keberhasilan Kampung KB, dan meningkatkan pada para Pembina agar memonitor dan melakukan evaluasi tiga bulan sekali.

            “10 Indikator Utama Keberhasilan Kampung KB harus betul-betul diperhatikan seperti semua ibu hamil dan menyusui terlayani kesehatan dan KB, semua keluarga yang punya anak 0-6 tahun terlayani BKB, kelompok lansia terlayani BKL, Unmet Need (kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi) kurang dari 10 persen, dll. Kepada para Pembina, saya harap agar terus memonitor dan melakukan evaluasi tiga bulan sekali,” pesan wanita yang juga berprofesi sebagai dokter ini.

            Sebagai informasi selain Desa Parengan di Kecamatan Jetis, ada 17 desa lain yang juga ditetapkan sebagai Kampung KB Kabupaten Mojokerto Tahun 2017. Antara lain Desa Gebangsari (Kec. Jatirejo), Desa Bening (Kec. Gondang), Desa Nogosari (Kec. Pacet), Desa Belik (Kec. Trawas), Desa Kutogirang (Kec. Ngoro), Desa Banjartanggul (Kec. Pungging), Desa Wonodadi  (Kec. Kutorejo), Desa Leminggir (Kec. Mojosari), Desa Sumberkarang (Kec. Dlanggu), Desa Gayam (Kec. Bangsal), Desa Ketemasdungus (Kec. Puri), Desa Pakis (Kec. Trowulan), Desa Mojoranu (Kec. Sooko), Desa Gembongan (Kec. Gedeg), Desa Mojokusumo (Kec. Kemlagi), Desa Madureso (Kec. Dawarblandong) dan Desa Kwedenkembar (Kec. Mojoanyar).(Dikominfo+Bagian Humas dan Protokol)