oleh Admin

Gerak Jalan Perjuangan Mojosari – Mojokerto Tahun 2017 Petik Nilai-Nilai Kepahlawanan

2017-11-06 09:13:09   |   Kategori umum  |   Dibaca 104 kali

            Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, memberangkatkan peserta Gerak Jalan Perjuangan (GJP) Mojosari – Mojokerto tahun 2017, yang mengambil start di Lapangan Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Minggu (5/11) siang kemarin.

            Kepala Disporabudpar (Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata) Kabupaten Mojokerto sekaligus ketua penyelenggara acara, Djoko Widjayanto, dalam laporan sambutannya menerangkan jumlah peserta yang ikut berpartisipasi dalam gerak jalan yang menempuh jarak kurang lebih 17 km ini.

            “GJP Mojosari-Mojokerto tahun 2017, diikuti peserta beregu kurang lebih sebanyak 101 dan perorangan tidak kurang dari 200 peserta. Peserta berasal dari kalangan pelajar, TNI dan Polri,” terang Djoko.

            Start GJP diawali dari Lapangan Lebaksono Pungging – arah ke Trawas – Pertigaan Jatilangkung – Jatilangkung – Pertigaan arah ke Pacet – Pertigaan Pesanggarahan arah ke Dlanggu – Kutorejo (Pos I : Lapangan Kutorejo). Selanjutnya dari Kutorejo – pertigaan Dlanggu arah ke Badung – Pertigaan Badung arah ke Tangunan (Pos II: Balai Desa Badung), dan terakhir dari Badung – Tangunan – dan finish di Lapangan Desa Puri. Para peserta memperebutkan hadiah trophy, piagam dan pembinaan bagi juara gerak jalan.

            Rute gerak jalan perjuangan Mojosari-Mojokerto terilhami dari rute escape Pasukan Komando Hayam Wuruk pimpinan Mayor Pamoe Rahardjo, dalam pertempuran Mojosari Selatan untuk mengusir penjajah Belanda yang menduduki sebagian wilayah Mojokerto pada tahun 1949 silam.

            Penunjukkan Mayor Pamoe Rahardjo saat itu dilakukan oleh Kolonel Soengkono selaku Gubernur Militer Jawa Timur (Panglima Divisi I) melalui surat Perintah Siasat No. 2/Gmdt/Dar. tanggal 24 Desember 1948.

            Wakil bupati dalam sambutannya berharap agar GJP Mojosari-Mojokerto bisa dijadikan media dalam memetik kembali nilai-nilai sejarah perjuangan masyarakat Mojokero, serta memupuk rasa nasionalisme.

            “Saya harap peserta dapat menjadikan moment GJP Mojosari-Mojokerto tahun 2017 sebagai media untuk memetik kembali nilai-nilai kepahlawanan, juga memberdayakan olahraga gerak jalan di masyarakat. Saya juga pesan kepada peserta untuk senantiasa menjaga kedisiplinan dan ketertiban hingga akhir acara. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada panitia penyelenggara dan pihak-pihak yang ikut mensukseskan acara. Mudah-mudahan event ini terus konsisten setiap tahun,” harap wakil bupati ( Dinas Kominfo + Bagian Humas dan Protokol ).