oleh Admin

Penutupan Kegiatan Dianmas STIK-PTIK Angkatan 73 Harapkan Hasil Dianmas Menambah Rekomendasi

2018-02-12 07:55:35   |   Kategori umum  |   Dibaca 233 kali

            Program kegiatan pengabdian masyarakat (dianmas) di wilayah jajaran Polda Jatim khususnya Pemkab Mojokerto oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian atau STIK – PTIK Angkatan 73, resmi ditutup. Peserta dilepas oleh wakil bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Jumat (9/2) pagi kemarin bertempat di Pendopo Graha Majatama.

            Dalam pelepasan, wakil bupati menyelipkan harapan kepada 12 orang mahasiswa yang telah melakukan dianmas terhadap obyek penelitian yakni kemacetan Simpang 5 Kenanten Kecamatan Puri, agar nantinya hasil rekomendasi mereka bisa dipakai dan menambah bahan pertimbangan ke depan.

            “Meski berlangsung 5 hari, Pemkab Mojokerto mengapresiasi dan berharap hasil yang disumbangkan mahasiswa dari program dianmas ini bisa menjadi rekomendasi dan bahan pertimbangan ke depan,” ucap wakil bupati.

            Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata, dalam sambutannya memaparkan beberapa inovasi yang dilakukan terutama pada event-event besar yang menyebabkan kemacetan pada Simpang 5 Kenanten.

            “Kita pernah membuat inovasi pada pos pam saat Operasi Ketupat di Simpang 5 Kenanten. Jadi kami membuat semacam menara untuk memantau lima sisi arus jalan. Kami juga pakai drone selama 10 hari operasi, dimana kita update tiap dua jam sebagai laporan. Terobosan-terobosan berbasis IT juga terus kita buat, salah satunya command center yang terkoneksi dengan langsung dengan masyarakat,” papar Leo.

            Dari segi kemajuan teknologi, mungkin Indonesia masih kalah dengan negara-negara Asia lainnya. Namun hal itu tidak akan menyurutkan langkah untuk terus melakukan inovasi. Ini sama seperti yang dikatakan Kombes Pol Djoko Trisulo selaku Perwira Pendamping 12 orang  mahasiswa dianmas STIK – PTIK Angkatan 73.

            “Saya pernah ke Myeongdong Korea Selatan, di jalanan sana hampir tersebar 1600 CCTV untuk mengawasi aktivitas masyarakat, kemacetan dan kecelakaan serta kriminalitas. Mungkin dari segi kemajuan teknologi kita belum bisa sama. Namun hal tersebut tidak akan menyurutkan langkah tetap melakukan yang terbaik dalam berinovasi lebih baik ke depan,” ujar Djoko ( Diskominfo + Bagian Humas dan Protokol ).