oleh Admin

Bupati Tinjau Pasar Tradisional Lespadangan, Kedungmaling dan Dinoyo Punya Visi Tiap Kecamatan Miliki Pasar Sendiri

2018-02-28 09:24:56   |   Kategori umum  |   Dibaca 607 kali

                Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto, meninjau 3 pasar tradisional yang segera dimanfaatkan dalam waktu dekat yakni Pasar Lespadangan, Kecamatan Gedeg, Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko dan Pasar Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Selasa (27/2) pagi kemarin.

            Bupati di sela tinjauan dan interaksi dengan masyarakat mengatakan, bahwa 3 pasar tradisional ini, merupakan refleksi dari visinya agar seluruh kecamatan di Kabupaten Mojokerto memiliki tiap kecamatan mempunyai pasarnya sendiri. Termasuk mini waterpark dan sarana mainan anak-anak, pujasera serta sarana olahraga.

            “Desa-desa di Kabupaten Mojokerto sudah sangat maju dengan dukungan sarana infrastruktur yang memadai. Kita punya rencana ke depan, tiap kecamatan mempunyai pasarnya sendiri, mini waterpark dan sarana mainan anak-anak, pujasera serta sarana olahraga. Ini akan mampu mengerakkan ekonomi daerah dan mendongkrak pendapatan. Peningkatan dan pelabaran jalan di Kabupaten Mojokerto tahun 2021 juga kita targetkan selesai,” kata bupati.

            Ditambahkannya bahwa sinergitas pembangunan ekonomi oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto, sudah seharusnya disambut cepat oleh kecamatan maupun desa sebagai bagian dari peluang dan prospek perputaran roda perekonomian daerah.

            Harapannya agar Produk Domestik Bruto (PDB) berkembang rata pada semua sektor. Mulai pariwisata, industri, pertanian serta perdagangan dimana kini telah didukung infrastruktur yang sangat layak sebagai motor penggerak.

            Sebagai informasi, luas Pasar Lepadangan yakni 3000 meter persegi dengan jumlah kios 59 unit dan 198 unit (kios tanpa sekat atau los) dengan anggaran kurang lebih Rp 7,6 miliar. Selanjutnya Pasar Kedungmaling dengan luas kurang lebih 1,2 hektar yang memiliki 400 unit kios dan 302 los dengan anggaran mencapai kurang lebih Rp 22,5 miliar. Terakhir yakni Pasar Dinoyo seluas 1600 meter persegi dengan 52 kios dan 117 los yang menelan anggaran kurang lebih Rp 7 miliar (Diskominfo + Bagian Humas dan Protokol).