oleh DISKOMINFO - INFORMATIKA

Penerimaan Tim Penilai Lomba Gotong Royong Terbaik Provinsi Jawa Timur 2018

2018-04-10 10:02:41   |   Kategori umum  |   Dibaca 613 kali

Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, dinyatakan lolos administrasi (masuk 4 besar Provinsi Jawa Timur) berdasarkan hasil penilaian administrasi Lomba Pelaksana Gotong Royong Terbaik Jawa Timur 2018. Penilaian paparan/presentasi serta penilaian lapangannya dilakukan kemarin, Senin (9/4) pagi oleh rombongan tim penilai lomba yang terlebih dahulu diterima oleh Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa didampingi wakilnya, Pungkasiadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Soewito, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Ikfina Kamal Pasa serta Kepala OPD terkait seperti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto.    

            Dalam sambutan penerimaannya, bupati mengatakan bahwa gotong royong dan rasa kekeluargaan masih sangat bisa ditemui di Kabupaten Mojokerto. Hal ini bisa dilihat dari contoh kecil yakni kekompakan masyarakatnya dalam pembangunan.

            “Di Kabupaten Mojokerto, masih bisa kita jumpai warga masyarakat yang saling gotong royong dan bahu membahu membangun rumah tinggal. Tidak seperti di kota besar yang mungkin pakai jasa pemborong. Sama halnya dengan pembangunan infrastruktur, semua terlaksana karena dukungan masyarakat dan harmoni. Adat dan toleransi juga masih kami junjung disini. Intinya hakikat gotong royong menjadi sumber kekuatan dalam pembangunan kami,” papar bupati.

            Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Kabid Kelembagaan selaku pimpinan rombongan, Rusmiati, dalam sambutannya juga memuji lembaga pemberdayaan masyarakat seperti PKK dalam hal ini.

            “Lembaga masyarakat seperti PKK memiliki andil luar biasa. Saya yakin, lembaga-lembaga ini tidak hanya dilibatkan dalam perencanaan, namun turut serta dalam pelaksanaanya. Nilai-nilai gotong royong di kota metropolis tidak sekuat di daerah. Maka penilaian untuk kabupaten kita sendirikan,” kata Rusmiati.

            Usai penerimaaan, rombongan tim penilai terjun langsung melakukan penilaian lapangan ke lokasi. Penilaian dilakukan selama dua hari (9-10 April), yakni di Balai Desa Ketapanrame pada hari pertama dan tiga dusun (Sukorame, Slepi dan Ketapanrame) pada hari ke dua.